Tentang Kami

Sejarah

Division for Applied Social Psychology Research

2007 – 2009

Mendalami Isu-Isu Terorisme dan Deradikalisasi

Sebelum didirikan pada 2 Mei 2017, anggota Tim peneliti kami pernah diikutkan dalam riset pengkajian motif aksi teror yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Islam sejak 2007 lalu. Ini tak lepas dari arahan (alm) Profesor Sarlito W. Sarwono sebagai penggagas psikologi terorisme di Indonesia yang juga guru kami.

2009

Pengalaman Bekerja Sama dengan Pusat Studi Alquran (PSQ)

Tahun 2009 tim peneliti kami pernah diikutkan dalam kerjasama dengan Pusat Studi Alquran (PSQ) yang waktu itu dipimpin Profesor Quraish Shihab. Saat itu dilakukanlah program pilot deradikalisasi kepada narapidana terorisme dan eks-kombatan yang pernah berperang di sejumlah daerah di dalam dan luar Indonesia.

2011-2015

Pengalaman dengan Eks-narapidana Terorisme dan Kombatan

Setelah melewati perjalanan bersama narapidana terorisme, tim kami juga terlibat dalam intervensi kepada para mantan narapidana terorisme dengan memfasilitasi mereka berdakwah sesuai kemampuan dan minat, tentunya melalui cara yang damai.

2015-2017

Re-edukasi terhadap Narapidana Terorisme dan Para Istri

Pada 2015, tim peneliti kami pernah bersentuhan dengan narapidana berikut para keluarganya (istri dan anak). Dengan pendekatan psikologis dan pelatihan kewirausahaan, sejumlah lokakarya dilakukan di dalam lapas di Pulau Jawa dan Sulawesi. Para istri juga diajak untuk menjadi agen yang mengkampanyekan Islam yang damai.

2017

DASPR: Program Evaluasi Kegiatan Deradikalisasi dan Re-edukasi di Dalam dan Luar Lapas

Sejak satu tahun pertama berdiri, DASPR telah menjalankan kegiatan re-edukasi di dalam dan luar lapas terhadap narapidana terorisme dan keluarganya. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Ditjen Lapas, PPIM UIN, dan UNDP guna mengasesmen sejumlah kegiatan deradikalisasi di dalam lembaga pemasyarakatan.

2018

DASPR Bergabung dengan IM Center

Tepat pada tanggal 08 November 2018, DASPR resmi berada dibawah naungan Yayasan IM Center Untuk Dialog dan Perdamaian

Visi

  • Menjadi grup para ilmuan sosial yang peduli dengan isu-isu kemanusiaan
  • Menjadi sumber data pada pemetaan isu-isu sosial, seperti konflik sosial dan hubungan antar-kelompok
  • Menjadi acuan dalam kegiatan-kegiatan yang menggunakan pendekatan non-violence atau pendekatan humanistik

Misi

  • Mendidik dan membangun aktivitas riset yang sensitif pada isu-isu sosial dan kemanusiaan
  • Menciptakan aktivitas riset dan pengembangan keilmuan yang peduli dengan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat
  • Terlibat di dalam organisasi kemasyarakatan yang aktif mendiskusikan berbagai cara untuk mengurangi kekerasan antar-kelompok

Tujuan

  • Memahami alasan mendasar dibalik munculnya masalah-masalah sosial yang ada
  • Memperoleh penyelesaian masalah dengan cara damai
  • Mampu memberikan rekomendasi acuan dalam menentukan kebijakan dan strategi yang tidak memicu konflik

Fungsi

  • Menjadi wadah kegiatan penelitian yang memiliki keseriusan dalam memahami masalah-masalah sosial
  • Menjadi wadah kegiatan yang aktif terlibat dalam menyelesaikan masalah kekerasan dan konflik di Indonesia, dan wilayah sekitar
  • Menjadi tempat bagi mahasiswa yang ingin terlibat langsung melakukan penelitian yang berkenaan dengan kekerasan, perdamaian, dan resolusi konflik
  • Memfasilitasi ruang kerja/visiting fellow (mahasiswa, peneliti, post-doct) dan dosen tamu yang ingin terlibat penelitian terkait isu-isu sosial dan kemasyarakatan

Penelitian

DASPR melakukan penelitian yang berfokus pada tema –tema di bawah ini:

  1. Radikalisme dan kontra ekstremisme kekerasan
  2. Peran wanita dalam kontra ekstrimisme kekerasan
  3. Proyek rehumanisasi
  4. Stigma sosial
  5. Wacana politik, media berita dan identitas
  6. Prasangka dan meta prasangka

Program

Division for Applied Social Psychology Research